tahun baru
bunyi kembang api, petasan
meletup letup seujung jalan
gegap gempita seantero jagad raya
sedangkan kau tau artinya
kita termakan usia
jangan lengah
kehidupan terus melaju
tak terhentikan, tak kan menunggumu
kau acuh, tak peduli, tak membaca segala yang tlah kau lalui
tangga kehidupan
akankah kau berjalan dengan sia sia menuruninya
atau berjalan dengan bangga
menaiki setapak demi setapak tangga tersebut.
apa yang akan kau lakukan
mungkin kau berfikir tanpa daya
mencoba menggenggam semua asa
tapi semua tidak mudah, kawan
itu saja tak cukup
keluarlah dan rubah segalanya
keluarlah dari semua sekat sekat ketakutan yang kau bangun sendiri
katakan sekarang, selagi masih di januari
katakan sekarang, saat kau masih memiliki 12 bulan lagi
katakan sekarang, saat kau akan menata angka 13 terbaikmu
katakan sekarang, "aku sanggup"
noda di pipi ugh
aku beeeeenci kau
bintik kecil tanpa dosa
menghiasi wajah ku
karna kamu si bintik merah
tak mau pergi menempel manja
sangat setia bagaimanapun caranya telah segenap jiwa kucurahkan perhatian padamu
setiap hari melapor pada sebilah kaca
kau tetap disana, rusuh!
aku jenuh menatapmu
kau terlihat asing
bagai alien yang masuk ke bumi
kau harus dilenyapkan dari muka bumi seperti di film film.
oooh alien!
detak jam dinding berdetak
tak tik tak tik tak tik tak tik
ini pukul satu dini hari
tidur cantik, kata cicak didinding
tidak ingin, kata otak
tapi aku lelah, kata mata
aku keroncongan setengah mati, kata perut
..aku capek berdiri, kata kaki
yah aku juga ingin memeluk bantal, kata tangan
jadi kesimpulannya bagaimana?. otak terlihat pusing kembali menegur anggotanya.
oke..kita tidur saja bagaimana? . kata semua anggota.
yasudah aku setuju mimpikan hidangan yang lezat saja ya, kata mata sambil berseru pada otak.
ya, oke perut kamu nggak apa apa?,tanya si otak.
oke aku bisa tahan sampai mentari datang, kata perut dengan bijak.
lalu semuanya kembali terlelap.
bintang kenapa jauh sekali
bagaimana aku menggapaimu
nihil
bintang kamu harusnya bersinar didekatku
menerangi langkahku
menghiasi mimpiku
bintang kalau aku jadi kamu, aku nggak sudi berada di kegelapan.
karna gelap itu jahat
gelap itu kelam
gelap itu tersesat
gelap itu buta!
bila aku jadi kamu, aku akan berada saat senja.
aku akan temani mentari yang redup
agar dia tidak putus asa
agar dia bersinar kejora
bintang, aku ingin menjadi bintang
karena bintang, walau berada ditengah kegelapan, bintang tetaplah benderang
berkerlip lincah menari dikesunyian malam
aku berada diujung pelangi
aku tak ingin pergi dari indahnya
aku ingin bersenandung dibawah riasannya
oh pelangi, tapi ini akhir perjalanan
detik dentang bandul mesin ruang telah berisyarat
langit genting tak ada kepastian lagi
retakan kecil tawa pecah melodi, berganti sunyi
dan kini aku hanya memegang selaput pelangi
walau hanya samar warna-warninya kan kujaga
menunggu kuas menorehkan lagi tinta indahnya
langitku, tolong jangan runtuh
langitku, tolong jangan biarkan kabut menghiasimu
langitku, tolong jagalah dengan awan putihmu
biarkanlah kau menjadi kelabu dan berharu
lalu kau akan terharu biru oleh rintik kecil
biarkanlah tertoreh lagi warna-warni indah di sudut jendela kamarku
See ya!:D , -N-
Tulisan ini dibuat saat bolos ilab, karena males plus di twitter rame pada ngetwit jalanan macet, kereta macet. semuanya deh pokoknya gak ada yang enak. yaudah gak dateng aja ilab gapapa lah.
emang lagi musim ujan, mendung dan sepertinya mendukung banget buat males-malesan, walaupun ga biasa males-malesan sih aku lebih memilih ngerjain tugas-tugas kuliah lainnya yang masih ngantri buat dipegang.
yaudah ngerjain tgas dreamweaver dan segala macemya, termasuk ngisi blog ini juga tugas kuliah :h:
sebenarnya bingung mau nulis apa. mau curhat emang penting? gak bergunalah ya, menurut aku curhat ke teman, ke ibu, ke siapa aja orang terdekat, kadang bukannya mengurangi beban, tapi malah menambah masalah. Sebagai orang yang mencoba bersikap dewasa, aku menerima saran mereka, menimbang-nimbang, tapi kalo yang keluar bukan saran dan hanya kata-kata hinaan, sindiran semacamnya, malah nambah down aja, gak perlu. mending disimpan sendiri, dan aku tau cara menghibur diri sendiri, cara melepaskan semua kesedihan tanpa campur tangan orang lain.
begitulah, kalo dipikir, aku punya teman, ya aku punya, tapi membagi kesedihan kayaknya nggak bijak. aku suka mendengarkan curhat orang lain, pendengar yang baik lah. tapi kalo untuk cerita, aku bukan tipe orang yang gampang terbuka sama orang lain walaupun sahabatku sendiri.
saat dosen softskill bilang, harus ngepost tulisan di blog, sempet bingung juga, apa yang mau aku tulis. rasanya nggak ada yang menarik. mungkin post selanjutnya, kutulis puisi saja. ungkapan yang tersirat mungkin lebih nyaman untuk ditulis :l:
See ya!:D ,
-N-