Sang Muhajirin
Segala puas hati yang tak tercapai
Atas segala luka yang masih ruam
Aku menyalahkan masa yang telah lalu
Semua impian yang tak mampu tergapai
Aku bersembunyi atas ketidakmampuan
Bagai daun menguncup sang putri malu
Ke mana mentari yang dulu menyinariku?
Awan-awan hitam berkerumun kian pekat
Sejauh kaki ini menapak
Hilang ke mana gerangan semua beraniku?
Rupanya rasa takut berjalan kian mendekat
Menutupi segala yang nampak
Pintu ini dulunya terbuka, kini ia menutup
Perlahan-lahan lembutnya terenggut
Kala mati pun terasa seperti masih hidup
Segala pandangan yang menguji nurani
Dan perkataan yang menusuk hati
Serta kebaikan yang tak datang menghampiri
Masih adakah ampunan bagi jiwa yang hitam ini?
Masih adakah ampunan bagi hati yang lalai ini?
Masih adakah satu kali kesempatan lagi?
Dengan cahaya temaram ku terangi jalan gelap
Entah mengapa kini sekelilingku begitu senyap
Tak terdengar derap alas kaki atau kepakan sayap
Andaikata mataku terpejam hari ini
Dan malaikat bawaku menuju peraduan abadi
Ku ajukan satu lagi pertanyaan pada diri ini
Masih adakah kesempatan untuk kembali lagi?
Hidup dan matiku hanya untuk-Mu, ya Rabbi
Janjiku pada-Nya untuk serahkan segala hidup ini
Wajah ini ku rendahkah di hadapan-Nya
Kepada Allah Sang Pemilik Semesta
Dzat semua makhluk akan kembali kepada-Nya
Atas segala luka yang masih ruam
Aku menyalahkan masa yang telah lalu
Semua impian yang tak mampu tergapai
Aku bersembunyi atas ketidakmampuan
Bagai daun menguncup sang putri malu
Ke mana mentari yang dulu menyinariku?
Awan-awan hitam berkerumun kian pekat
Sejauh kaki ini menapak
Hilang ke mana gerangan semua beraniku?
Rupanya rasa takut berjalan kian mendekat
Menutupi segala yang nampak
Pintu ini dulunya terbuka, kini ia menutup
Perlahan-lahan lembutnya terenggut
Kala mati pun terasa seperti masih hidup
Segala pandangan yang menguji nurani
Dan perkataan yang menusuk hati
Serta kebaikan yang tak datang menghampiri
Masih adakah ampunan bagi jiwa yang hitam ini?
Masih adakah ampunan bagi hati yang lalai ini?
Masih adakah satu kali kesempatan lagi?
Dengan cahaya temaram ku terangi jalan gelap
Entah mengapa kini sekelilingku begitu senyap
Tak terdengar derap alas kaki atau kepakan sayap
Andaikata mataku terpejam hari ini
Dan malaikat bawaku menuju peraduan abadi
Ku ajukan satu lagi pertanyaan pada diri ini
Masih adakah kesempatan untuk kembali lagi?
Hidup dan matiku hanya untuk-Mu, ya Rabbi
Janjiku pada-Nya untuk serahkan segala hidup ini
Wajah ini ku rendahkah di hadapan-Nya
Kepada Allah Sang Pemilik Semesta
Dzat semua makhluk akan kembali kepada-Nya
A. Puspadewi
See ya!:D , -N-
See ya!:D , -N-
Tags:
puisi
0 comments